Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Pedoman Pelaksanaan Pinjaman Bergulir (bagian-1)

|

Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dilaksanakan sejak tahun 1999 sebagai suatu upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan. Program ini sangat strategis karena menyiapkan landasan kemandirian masyarakat berupa lembaga kepemimpinan masyarakat yang representatif, mengakar dan kondusif bagi perkembangan modal sosial (social capital) masyarakat di masa mendatang serta menyiapkan program masyarakat jangka menengah dalam penanggulangan kemiskinan yang menjadi pengikat dalam kemitraan masyarakat dengan pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat.
Penganggulangan kemiskinan dilakukan dengan memberdayakan masyarakat melalui tiga jenis kegiatan pokok yaitu Infrastruktur, Sosial dan Ekonomi yang dikenal dengan Tridaya. Dalam kegiatan ekonomi, diwujudkan dengan kegiatan Pinjaman Bergulir, yaitu pemberian pinjaman dalam skala mikro kepada masyarakat miskin di wilayah kelurahan atau desa dimana LKM/UPK berada dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan. Pedoman ini hanya mengatur ketentuan pokok untuk pelaksanaan kegiatan Pinjaman Bergulir, namun keputusan untuk melaksanakannya diserahkan sepenuhnya kepada warga masyarakat setempat.

Berdasarkan kajian yang dilakukan terhadap pelaksanaan pemberian pinjaman bergulir di P2KP-1, P2KP-2 dan P2KP-3 diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan pinjaman bergulir di awal program kinerjanya sangat buruk. Namun dengan pemberian Panduan Operasional serta petunjuk pembukuan untuk UPK, kinerja kegiatan pinjaman bergulir semakin membaik. Berbagai kesuksesan serta kegagalan kegiatan pinjaman bergulir di masa lalu dapat menjadi pembelajaran berharga bagi kelanjutan kegiatan pinjaman bergulir melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan.
Beberapa pertimbangan dalam melanjutkan pelaksanaan kegiatan pinjaman bergulir dalam PNPM Mandiri Perkotaan antara lain :
a. Tersedianya akses dan jasa layanan keuangan yang berkelanjutan telah terbukti merupakan salah satu alat efektif untuk membantu rumah tangga miskin meningkatkan pendapatan dan kekayaannya
b. Akses rumah tangga miskin ke jasa layanan keuangan formal masih sangat rendah. Sekitar 29 juta rumah tangga miskin masih belum mendapat akses ke jasa layanan keuangan formal. (sumber Johnston dan Holloch)
c. Pinjaman bergulir PNPM Mandiri Perkotaan memiliki peluang dapat menjangkau sekitar 2,5 juta rumah tangga miskin yang sama sekali belum menerima akses ke lembaga keuangan
d. Permintaan pinjaman bergulir pada rencana pembangunan masyarakat masih tinggi
e. Pemutusan pendampingan yang telah berjalan selama ini bila tanpa disertai kinerja yang memadai akan merusak budaya meminjam dan jaminan sosial yang ada di masyarakat
Pedoman ini disusun untuk diberlakukan bagi seluruh lokasi yang pernah dan akan memperoleh program P2KP dan PNPM Mandiri Perkotaan

TUJUAN :
Pelaksanaan kegiatan Pinjaman Bergulir dalam PNPM Mandiri Perkotaan bertujuan untuk menyediakan akses layanan keuangan kepada rumah tangga miskin dengan pinjaman mikro berbasis pasar untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka dan membelajarkan mereka dalam hal mengelola pinjaman dan menggunakannya secara benar.
Meskipun demikian, PNPM bukanlah program keuangan mikro, dan tidak akan pernah menjadi lembaga keuangan mikro. Program keuangan mikro bukan hanya pemberian pinjaman saja akan tetapi banyak jasa keuangan lainnya yang perlu disediakan. Peran PNPM hanya membangun dasar-dasar solusi yang berkelanjutan untuk jasa pinjaman dan non pinjaman di tingkat kelurahan.
PNPM Mandiri Perkotaan dijadikan momen untuk tahap konsolidasi kegiatan keuangan mikro. Oleh sebab itu, dalam tahap ini perlu diciptakan UPK yang kuat, sehat dan secara operasional terpisah dari LKM. Masyarakat sendiri harus terlibat dalam keputusan untuk menentukan masa depan UPK.
.................................................................................................................................

PENGALAMAN PERTAMA

|

Bagi sebagian besar anggota Tim Fasilitator Jatim 33 menjadi pendamping PNPM – Mandiri Perkotaan wilayah Kecamatan Gampengrejo ini adalah pengalaman pertama. Layaknya pengalaman pertama, tentunya wajar jika ada perasaan grogi, tidak PeDe dan takut salah. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat anggota tim untuk terus mendampingi warga dalam menjalani siklus demi siklus yang sudah terjadual dalam master schedule PNPM-MP. Selain itu semangat untuk maju dan kemauan untuk belajar agar menjadi Fasilitator yang handal selalu dijaga dalam dada masing-masing personil, meskipun kadang-kadang semangat itu berfluktuasi seiring permasalahan dan hambatan yang di hadapi di lapang maupun yang disebabkan kebijakan manajemen sendiri yang seringkali dirasa kurang berpihak pada petugas lapang (Fasilitator).

Beberapa pengalaman lucu sempat terakam memori tim sebelum akhirnya kami berbagi dengan pembaca blog ini. Berikut ini salah satunya:

Tanggal 26 Juni 2009 jam 19.15 adalah jadual RKM Desa Wanengpaten. Sebagai faskel pendamping desa Wanengpaten, sudah selayaknya Kristina yang akan mendampingi warga untuk melaksanakan siklus ini. Sejak pagi hari, pendatang baru ini sudah mempersiapkan segala sesuatunya; perlengkapan administrasi, materi bahkan sampai praktek bicara di depan kawan-kawan lain di Posko.

Singkatnya, pukul 19.00 rombongan Tim Jatim 33 pun meluncur ke Balai Desa Wanengpaten (karena tidak ada agenda lain di Desa lain). Lima belas menit telah berlalu, baru beberapa warga yang datang. Mendekati pukul 19.30 sudah banyak warga yang hadir, artinya acara harus segera dimulai. Namun tiba-tiba Kristina merasa perutnya sangat mual dan sakit........”Wetengku luoro, Pak. Sampean ae sing mandu wong-wong yo...” keluhnya kepada Safi’i. Tidak tega melihat temannya kesakitan begitu, Safi’i pun akhirnya turun tangan memfasilitasi Rembug Kesiapan Masyarakat desa Wanengpaten hingga selesai pukul 22.10. Sampai di sini kelihatannya tidak ada yang aneh sama sekali, dan rombonganpun kembali ke Posko.

Sesampainya di posko barulah ketahuan jika penyebab sakit perutnya Kristin ketika di Balai Desa Wanengpaten yang baru saja terjadi dikarenakan stres akibat memikirkan sejak pagi........”Piye yo ngko, aku ngomong opo ngko nek Wanengpaten....”. Ee...alah, Kris...Kris....
Pengalaman pertama memang selalu mengesankan....


.................................................................................................................................

Fasilitator Ekonomi

|

.................................................................................................................................

 

©2009 republik - 33 | Template Blue by Cak Brodien's Pengunjung hari ini Counter Powered by  RedCounter Powered by  MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net